Senin, 08 Februari 2021

Bulu Tangkis

 

BUlu tangkis

Kita tidak asing lagi dengan olahraga satu ini. Olahraga yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia yaitu bulu tangkis, karena bulu tangkis adalah olahraga yang mudah untuk dimainkan. Bulu Tangkis yaitu olahraga yang dimainkan menggunakan alat yang disebut raket. Bulu Tangkis dapat dimainkan oleh dua orang atau dua pasangan yang saling berlawanan. Single yaitu sebutan untuk pemain tunggal, sedangkan double sebutan untuk pemain ganda.

Sejarah Bulu Tangkis

Olahraga ini sebenarnya sudah ada  sejak 2000 tahun yang lalu, yang mana dalam catatan sejarah pertama kali ditemukan di Mesir Kuno. 

Sampai saat ini permainan bulu tangkis menjadi olahraga yang digemari oleh masyarakat Inggris. Bahkhan beberapa turnamen tidak resmi mulai dimainkan di Inggris. Untuk turnamen bulu tangkis pria dimulai sejak tahun 1899, sedangkan wanita dimulai sejak tahun 1820. Akan tetapi pada tahun 1893 federasi bulu tangkis di Inggris baru pertama kali dibentuk. Sementara untuk Federasi Bulu Tangkis Dunia atau dikenal sebagai BWF, baru dibentuk pada 1934 dan sekarang bermarkas di Kuala Lumpur, Malaysia.

Masyarakat Indonesia baru mengenal permainan bulu tangkis ketika tentara Inggris datang ke Nusantara. Sejak saat itu permaianan bulu tangkis berkembang pesat, hingga terbentuknya Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada 5 Mei 1951.

Sejak pertama ditemukan permaianan bulu tangkis, bulu tangkis sendiri  mempunyai aturan dasar yang harus selalu dipatuhi. Lapangan bulu tangkis berukuran berbentuk persegi panjang dengan panjang 13,4 meter dan lebar 6,1 meter untuk permainan ganda (double) dan 5,18 meter untuk tunggal (single).

 
Permaianan bulu tangkis juga memiliki teknik/ cara untuk memainannya. Diantaranya sebagai berikut.

1. Teknik Memegang Raket

Memegang raket juga memiliki beberapa teknik, diantaranya:
  • Pertama, Forehand Grip yaitu cara memegang raket secara miring, dimana ibu jari dan jari telunjuk membentuk huruf V. Dalam teknik ini posisi pegangan tidak boleh berubah.
  • Kedua, Backhand Grip yaitu cara memegang raket hampir sama dengan teknik Forehand Grip, yang membedakan hanya posisi raket yang seperempat diputar lebih masuk ke dalam.
  • Ketiga, American Grip merupakan cara memegang raket dengan posisi ibu jari melingkar dan menyentuh jari telunjuk. Cara ini sangat cocok untuk digunakan saat melakukan smash.
  • Keempat, Combination Grip merupakan cara memegang raket menggunakan kombinasi teknik Forehand, Backhand, dan American Grip menyesuaikan keadaan dan kondisi shuttlecock.

2. Teknik Pukulan

Teknik pukulan lob merupakan pukulan yang melambungkan shutecock setinggi mungkin mengarah ke bagian belakang garis lapangan lawan. 

3. Teknik Gerakan Kaki

Seorang pemain bulu tangkis tentunya  harus lincah dalam bergerak. Tidak hanya tangan saja yang lincah, namun gerakan kaki juga harus bisa mengimbangi kelincahan gerakan tangan.

4. Teknik Posisi Badan

Selain kelincahan, keseimbangan juga sangat dibutuhkan dalam permainan bulu tangkis. Berikut cara yang benar untuk menjaga keseimbangan tubuh :

  • Pertama, posisi badan bertumpu pada kedua kaki.
  • Kedua, tekuk kedua lutut dan posisi badan tegak.
  • ketiga, buka kaki selebar bahu dengan posisi sejajar atau salah satu kaki berada di depan.

5. Teknik Posisi Badan Saat Melakukan Pukulan

Saat melakukan serangan tentunya memiliki tips agar pukulan bisa menembus pertahanan lawan. Berikut posisi badan yang benar saat melakukan pukulan.
  • Pertama, posisi badan sedikit menyamping ke arah net.
  • Kedua, kaki kiri berada di depan kaki kanan.
  • ketiga, posisi badan berada di belakang shuttlecock
  • keempat, bahu kanan sedikit ditarik ke arah belakang.
  • kelima, harus ada pergantian posisi bahu kanan dan kaki kanan ketika sedang melakukan pukulan.

6. Teknik Melakukan Service

Servis adalah awal dimulainya sebuah permainan dalam permainan bulu tangkis. Berikut ada beberapa macam servis dalam permaianan bulu tangkis.

Pertama, Forehand Pendek. Service ini dilakukan dengan cara mengayunkan raket tidak terlalu kuat. Saat melakukan teknik ini, posisi jatuhnya shuttlecock tidak akan jauh dari net area lawan. 

Kedua, Forehand Tinggi. Servis ini menggunakan tenaga yang kuat atau tenaga penuh. Posisi jatuhnya shuttlecock akan jauh dari net atau di belakang area pemain lawan. 

Ketiga, Backhand Service. Servis ini dilakukan dengan menggunakan tenaga yang sedang. Ketika melakukan servis ini, posisi kaki disesuaikan dengan tangan yang sedang memegang raket. Jika raket dipegang menggunakan tangan kanan, maka kaki kananlah yang berada di depan, begitu juga sebaliknya.

7. Teknik Mengembalikan Service

Ada dua cara mengembalikan servis, yaitu :

Teknik Dropshot yaitu teknik yang cara  melakukannya sama seperti smash namun pukulan yang dihasilkan tidak terlalu bertenaga. Tujuan dari teknik ini untuk mematikan pergerakan lawan.

Teknik Netting yaitu teknik melakukan pukulan dengan perlahan dan mengarahkan shuttlecock jatuh sedekat mungkin dari net. Teknik netting termasuk teknik yang sulit dilakukan. 

8. Teknik Overhead

Teknik overhead dilakukan ketika posisi jatuhnya shuttlecock berada di belakang tubuh kita saat berdiri. Teknik ini dilakukan dengan cara memukul shuttlecock seperti halnya melempar sesuatu.

9. Teknik Smash

Smash merupakan teknik yang dilakukan untuk menyerang dan mematikan pergerakan lawan serta mencetak poin. Cara smash yaitu dengan melakukan lompatan tinggi dibarengi dengan memukul shuttlecock dengan kuat ke arah daerah lawan. 

Bulu Tangkis

  BUlu tangkis Kita tidak asing lagi dengan olahraga satu ini. O lahraga yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia yaitu bulu tangkis, ...